Oleh Kebun Belajar Stube HEMAT di Gunungkidul / Bumi Rembaka
Wedangan? Ya, Wedangan. Di masyarakat Gunungkidul
wedangan merupakan tradisi masyarakat setempat berupa minum bersama, biasanya
teh atau kopi dan makanan ringan diriingi obrolan santai. Ini adalah media berkumpul,
berbincang, menjalin keakraban, dan bertukar informasi. Bahkan, menjadi ruang
perjumpaan setara yang melebur batas-batas status sosial bahkan lintas
generasi.
Filosofi wedangan ini menginspirasi Sanggar belajar Stube HEMAT di Gunungkidul memunculkan suatu bentuk dialog ringan dan akrab bersama remaja dengan tajuk Wedangan #3 yang membincangkan topik One Step Ahead, di kebun Bumi Rembaka (Kamis 9/7/2026). Trustha Rembaka memandu obrolan dengan memaparkan bahwa remaja merupakan fase penting dalam hidup seseorang di mana fase remaja sebagai transisi menuju dewasa. Jadi remaja perlu memiliki kesadaran pengenalan diri, membangun identitas dan kemandirian untuk masa depan. Bukan sebaliknya, remaja malah mengalami stagnasi atau mandek.
Topik One Step Ahead mendorong para remaja untuk menentukan satu langkah maju yang akan mereka lakukan ke depan dan tentunya menjadi pribadi lebih baik. Mereka perlu memiliki, pertama, mentalitas bertumbuh atau growth mindset dimana remaja berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin, mau belajar dari kesalahan, dan ingin tahu hal-hal positif di sekitarnya; dan kedua, proaktif, dimana remaja tidak menunggu perintah atau suruhan tetapi bergerak atas inisiatifnya sendiri dan berani mandiri, artinya bertanggung jawab dengan keputusan yang diambil.
Rencana
tindakan satu langkah maju, dipandu dengan kata kunci SMART, yaitu S-Specific, menentukan capaian secara
spesifik atau detil; M-Measurable,
capaian itu bisa diukur dengan jelas, dalam angka, atau ukurannya; A-Achieveable, capaian itu bisa diraih
sesuai kemampuan dirinya; R-Relevant,
capaian seseorang hendaknya sesuai dengan nilai hidup, minat, dan keadaan
sosial masyarakat; T-Time-bond, pembagian
waktu yang dirancang bertahap menuju target yang akan dicapai.
Beberapa
respon menentukan satu langkah maju, antara lain, dalam satu bulan berlatih
gitar selama 30 menit setiap hari (hobi),
menuliskan satu hal yang disyukuri setiap hari selama satu bulan (spiritualitas), membaca rangkuman
pelajaran sekolah selama 30 menit setiap hari (akademik), menyelesaikan bacaan buku berbahasa Inggris dalam satu
bulan dan membuat resume (hobi), menyelesaikan
bacaan Alkitab Perjanjian Lama dalam 3 bulan (spiritualitas), dan menyediakan tempat sampah organik dan
anorganik, memilah sampah rumah tangga dan mulai bulan depan menjual sampah
anorganik botol plastik ke bank sampah di desanya (lingkungan).
One Step Ahead tidak hanya slogan dalam kata-kata tetapi tekad yang mewujud dalam tindakan menuju target yang ingin dicapainya. Jadilah remaja yang berani mengambil satu langkah maju, mengapa tidak?
Komentar
Posting Komentar